Jadidalam Perjanjian Lama, integritas merupakan cermin karakter seseorang. Karakter terbentuk dari dan akibat pergaulan seseorang dengan Tuhan, yang mengakibatkan sifat-sifat moral Allah dimiliki orang tersebut.Implikasi etisnya adalah ia berusaha hidup benar dalam relasi dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan lingkungan tempat ia hidup. Semestinyakita tak memecah-belah diri menjadi berkeping- keping seperti itu. Diri adalah diri yang menyatukan semua pecahan-pecahan diri yang kita ciptakan sendiri. Kesatuan itulah yang disebut dengan integritas. Dan hanya sebuah kekuatan dari dalam diri yang paling dalam lah yang mampu merengkuh menyatukan kita. 1 Setiap orang Memiliki Kisah Hidup Seorang lelaki berusia 24 tahun sedang berada di kereta api bersama dengan ayahnya. Ia melihat keluar melalui jendela kereta api dan berteriak, "Ayah, lihat pohon-pohon itu berjalan!" Integritastidak berbicara mengenai kejujuran saja tetapi juga mengenai apakah perkataan dan tindakan kita dapat dipercaya. Kita berani untuk berkata tidak untuk hal-hal yang mungkin sebenarnya menguntungkan kita tetapi kita tetap memegang nilai integritas tersebut dengan tetap mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita janjikan ataupun perkatakan. Padahari yang cerah, saat air laut mulai surut, ibu kepiting dan anaknya berjalan-jalan di sepanjang pantai. Mereka bertemu dengan banyak makhluk. Ada manusia yang sedang berjalan-jalan, ada anjing, kodok dan lain sebagainya. Sang ibu kepiting mengamati mereka semua, lalu dia mengamati bahwa ada yang salah pada cara berjalan anaknya. MembangunIntegritas. Di sekolah kehidupan saya belajar bahwa setiap orang perlu membangun integritas dirinya, agar ia dimungkinkan membangun integritas kelompok dan organisasi di mana ia berada, yang pada gilirannya dapat pula menyumbang kearah pembentukan integritas masyarakat bangsa. . Meski terdengar sederhana, tapi sebenarnya membangun integritas diri bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan kejujuran, konsistensi, dan tentu saja keberanian. Ketiga hal tersebut adalah kunci untuk memiliki integritas diri yang tinggi. Dengan memiliki integritas tentu kamu akan menjadi pribadi yang lebih berkualitas dan selalu dicari oleh perusahaan. Pasalnya, kini banyak perusahaan yang tak hanya melihat kandidat dari skill yang dimilikinya. Namun, dengan punya integritas dalam bekerja juga menjadi nilai plus yang bisa membuat kandidat diterima. Lantas, bagaimana cara efektif untuk membangun integritas diri? Yuk, cari tahu jawabannya di sini! 1. Selalu tepati janji yang dibuat © Selama hidup tentunya kamu sudah sering membuat janji baik itu dengan keluarga, teman, atau bahkan rekan kerja, kan? Nah, cara pertama untuk membangun integritas diri adalah dengan selalu menepati setiap janji yang sudah kamu buat. Entrepreneur mengatakan jika tidak menepati janji, berarti kamu telah gagal memenuhi tanggung jawab. Padahal, salah satu ciri orang yang memiliki integritas adalah selalu bertanggung jawab dengan apa pun yang dilakukannya. 2. Selalu memegang nilai-nilai yang dimiliki © Inti dari memiliki integritas adalah dengan tidak membohongi diri sendiri dan selalu memegang teguh nilai-nilai yang dimilikinya. Kamu pasti memiliki nilai atau prinsip yang kamu junjung tinggi, kan? Nah, orang yang berintegritas pasti akan hidup dengan memegang nilai atau prinsip tersebut. Hal itu sesuai dengan penjelasan Inc yang menyebutkan bahwa untuk menjalani kehidupan yang berintegritas, diperlukan kejujuran. Karena itu, kamu juga harus terbiasa untuk selalu jujur dengan diri sendiri. Dengan begitu, kamu juga akan terbiasa melakukan kejujuran dengan siapa pun. 3. Pikirkan konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan © Dalam membangun integritas diri kamu juga harus selalu berpikir dulu sebelum bertindak. Seseorang yang memiliki integritas akan selalu memilih tindakan yang terbaik menurut pemahamannya. Meski tidak ada yang melihat, mereka akan tetap menjunjung etika dan moral yang dipegangnya. Karena itu, sebelum melakukan suatu tindakan, mereka akan memikirkan konsekuensinya dan tidak akan gegabah. 4. Latih tindakan yang mendukung integritas © Ada beberapa hal yang biasanya dilakukan oleh orang yang berintegritas. Misalnya tidak takut memberikan pendapat atau berani menegur rekan kerja. Menurut Success melakukan kebiasaan yang bisa mendukung tumbuhnya integritas sangat perlu dilakukan di kehidupan sehari-hari. Contohnya, kamu bisa meningkatkan kebiasaan jujur, bertanggung jawab, atau berani mengeluarkan pendapat. Lalu, menghentikan kebiasaan melakukan tindakan yang mengurangi nilai integritas seperti egois atau tidak mau mengaku salah. Jadi, dengan terbiasa melakukan tindakan yang mendukung nilai integritas, pastinya kamu bisa lebih mudah untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 5. Dekatkan diri dengan pengaruh yang tepat © MindTools menyebutkan bahwa orang-orang dengan integritas sering memiliki karakteristik yang sama. Contohnya, rendah hati, punya rasa percaya diri yang kuat, dan harga diri yang tinggi. Nah, dengan mendekatkan diri dengan orang-orang yang punya karakteristik seperti itu, maka bisa membuatmu lebih termotivasi untuk membangun integritas diri. Dengan berada di sekitar orang yang memiliki integritas tinggi, tentu kamu akan lebih mudah untuk mencoba berlatih hal-hal tersebut. Misalnya, kamu lebih percaya diri dan berani memberikan pendapat atau berani menegur jika ada seseorang yang melakukan tindakan yang salah. Nah, apabila kamu masih penasaran mengenai bagaimana cara yang efektif untuk mengembangkan integritas diri, sebaiknya jangan lewatkan kelas yang tersedia di Glints ExpertClass. Di sana ada banyak kelas pengembangan diri dengan pemateri yaitu para pakar yang sudah berpengalaman di bidangnya selama bertahun-tahun. Jika ingin tahu pilihan kelasnya, segera klik tombol di bawah ini, ya! CEK KELASNYA Jangan tunda lagi, segera cari kelas yang membahas soal personal development sekarang juga! 5 Ways to Help Build Your Integrity How to Preserve Your Integrity 9 Tips to Help You Strengthen Your Integrity Integrity Makes You a Great Entrepreneur. Here's How to Build More of It in Your Life Suatu hari seorang karyawan diminta membuat laporan palsu di tempat kerjanya. Dengan alasan untuk menyelamatkan reputasi perusahaan dan menjaga agar klien tidak tahu bahwa perusahaannya telah menggelembungkan proyeknya. Pesan atasannya saat itu, "Klien tidak perlu tahu yang sebenarnya terjadi, karena jika mereka mengetahuinya, akan merugikan kita. Jadi kita perlu memberi mereka versi cerita yang lain." Versi cerita yang lain itu tentu saja sama artinya dengan berbohong, dan karyawan tersebut ditugaskan untuk menjelaskan hal itu pada klien. Selama beberapa jam karyawan tersebut merasa tersiksa, ia harus membuat keputusan mengikuti apa yang diminta atasannya dan apa yang ingin ia lakukan sebagai seorang yang memiliki integritas. Satu jam sebelum pertemuan dengan klien, ia akhirnya membuat keputusan. Ia menelepon atasannya dan mengatakan bahwa ia tidak bisa berbohong kepada klien, dan bahwa harus ada solusi, lebih baik jujur dalam mengatasi masalah tersebut. Setelah menutup telepon, ia tahu bahwa waktu pemutusan sudah dekat. Benar saja, ia diminta untuk mencari pekerjaan lain karena ia dianggap tidak cocok dengan budaya perusahaan. Banyak di antara kita yang mengalami pengalaman serupa, harus membuat keputusan yang nantinya akan menentukan siapa diri kita dan apa yang kita yakini. Kita berada di persimpangan di mana kita harus memrilih antara godaan melakukan penyimpangan demi keuntungan’ atau melakukan hal yang benar. Keputusan Anda, meski berupa tindakan terkecil sekalipun dapat berdampak pada integritas dan akhirnya reputasi Anda. Sepertinya setiap orang pernah mengalami keadaan dimana tak mudah untuk melakukan hal yang benar tanpa risiko. Namun yakinlah bahwa akan jauh lebih baik untuk hidup dan bekerja dengan integritas, dan ketika kita menjadi terkenal karena sifat tersebut makan akan sangat dihargai. Demikian juga hidup dan karir kita dapat berkembang. Integritas dapat diartikan selalu melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada yang melihat, bahkan ketika poster tentang pentingnya kejujuran’ di dinding sudah tidak ada, juga bahkan ketika pilihan yang harus tidak mudah. Integritas dapat juga diartikan sebagai tetap setia kepada diri sendiri dan nilai-nilai yang Anda pegang, bahkan ketika Anda dihadapkan dengan konsekuensi serius bagi pilihan-pilihan yang Anda buat. Hal yang berkaitan dengan masalah integritas seperti kejujuran, adalah hal yang tidak dapat dinegosiasikan. Ketika kita menjalani hidup dengan integritas, itu berarti bahwa kita membiarkan tindakan kita berbicara tentang siapa diri kita dan apa yang kita yakini. Integritas adalah pilihan yang kita buat, dan itu adalah pilihan yang harus kita buat terus-menerus dan berulang-ulang. Tiga Alasan Terbesar Mengapa Integritas Penting Pertama, hidup dalam integritas berarti bahwa kita tidak mempertanyakan diri kita sendiri. Ketika kita mendengarkan hati kita dan melakukan hal yang benar, hidup menjadi sederhana, dan kita hidup dalam damai. Tindakan kita sekarang terbuka untuk dilihat semua orang, dan kita tidak perlu khawatir tentang hal-hal yang kita sembunyikan. Menurut penelitian bohong membuat detak jantung meningkat, pola nafas juga lebih cepat, dan produksi keringat lebih banyak. Hal itu menunjukkan bahwa tubuh kita sesungguhnya lebih menyukai integritas. Kedua, ketika kita memiliki integritas, kita mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Ini sangat penting di tempat kerja terutama bagi mereka dalam posisi kepemimpinan. Mereka melihat Anda sebagai orang yang dapat diandalkan dan bertanggung jawab atas tindakan Anda. Ketiga, kita menjadi panutan, apakah kita suka atau tidak. Kenapa? Karena integritas merupakan ciri dari kepemimpinan etis baik di perusahaan, klien, rekan kerja, masyarakat, keluarga, dan juga agama menginginkan pemimpin yang bisa mereka percayai. Ketika Anda menjalankan integritas, Anda menunjukkan pada semua orang bahwa Anda layak dipercaya dan dihormati. Selamat menjalankan integritas di manapun Anda berada. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Poster Anti Korupsi di KP2KP ManggarTanggal 09 Desember diperingati sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia Hakordia. Maka tulisan kali ini, berkisah tentang pembentukan karakter anti ingin bercerita tentang kisah seorang penggembala yang mempunyai integritas yang patut dicontoh. Dikisahkan seorang penggembala mengembala ratusan ekor kambing, kemudian Khalifah Umar yang kebetukan lewat mendatangi dan mengujinya, dengan berpura-pura hendak membeli seekor kambingnya. Namun si pengembala tidak mau. Bahkan ketika dirayu bahwa tuannya tidak tahu, jika seekor gembalanya dijual. Jawaban si penggembala, membenarkan bahwa tuannya tidak tahu, tetapi Allah Yang Maha Tahu mengetahuinya, maka dia pun tetap tidak mau menjualnya. Mendengar jawaban tersebut, akhirnya sang Khalifah pun bergembira dan membebaskannya, serta memberikannya hadiah beberapa ekor kambing kepadanya. Hikmah dari kisah ini, adalah pelajaran integritas. Kita harus menjadi orang-orang yang berintegritas layaknya penggembala itu. Merasa diawasi oleh Allah SWT, ada rasa muraqabatullah, dimanapun dan kapanpun. Sehingga tidak harus ada kepala kantor, pejabat pengawas atau pegawai integritas yang mengawasi, kita harus berintegritas, yakin merasa diawasi oleh untuk menjadi pribadi berintegritas tidak harus kuliah tinggi-tinggi seperti S1, S2 apalagi S3, juga tidak harus kuliah di STAN. Karena penggembala yang tidak sekolah pun bisa. Berintegritas juga tidak harus menunggu menjadi pejabat, kepala kantor atau direktur jenderal, tetapi semua kita bisa. Terbukti, penggembala yang tidak sekolah, bukan pejabat, dan bahkan penghasilannya tidak pasti pun ijinkan penulis cerita yang kedua, yakni kisah pemungut zakat yang dapat gratifikasi. Dikisahkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW mengutus seorang petugas pemungut zakat, untuk memungut zakat ke rumah-rumah warga. Setelah kembali, yang bersangkutan menyampaikan laporan, bahwa ini bagian zakat, dan ini hadiah dari masyarakat yang berzakat untuk saya. Mendengar lamporan itu, Rasul SAW marah, naik ke mimbar dan berpidato dengan kisah ini, ulama sepakat, bahwa imbalan yang diterima oleh seorang petugas yang telah ditugaskan dan mendapatkan gaji, hukumnya haram. Dalam kisah ini, petugas amil zakat sudah mendapatkan upah dari bagian amil, maka uang terima kasih tersebut menjadi haram. Padahal petugas amil zakat tersebut berkeliling, dari rumah ke rumah, menghitung dan membawa zakatnya ke hadapan Rasul SAW, serta tidak pernah meminta hadiah. Hikmah dari kisah ini, adalah petugas zakat tersebut mirip pegawai pemerintah. Pegawai pemerintah ditugaskan oleh negara untuk menunaikan tugas tertentu, dan atas tugas tersebut sudah diberi gaji rutin bulanan, maka hukum uang terima kasih, uang lelah, uang bensin, atau uang rokok, atau apapun namanya, bahkan apapun bentuknya, misalnya berubah bentuk menjadi parcel, oleh-oleh, tiket, atau fasilitas, walaupun tidak meminta, hukumnya kita saling menjaga, saling meningatkan satu sama lain. Lihat Pendidikan Selengkapnya Procurando pessoas para contratar, você busca três qualidades integridade, inteligência e energia. E se elas não têm a primeira, as outras duas matarão A citação costuma ser atribuída a Warren Buffett mas, apesar de ele ter popularizado o pensamento, a verdadeira autoria é desconhecida. ...MaisTraduzo assim S. Tomás de Aquino há três coisas necessárias à beleza integridade, harmonia e luminosidade. Correspondem essas coisas às fases da apreensão?Integridade sem conhecimento é fraca e inútil, mas conhecimento sem integridade é perigoso e caráter é um presságio de nosso destino, e quanto maior a integridade que temos e mantemos, mais fácil e nobre este destino tem probabilidade de rudezas de estilo são garantias da integridade do pensamento. Existe só uma forma de dizer o que pensamos, e por que razão teria que ser agradável?Se você faz consistentemente o melhor que pode, com integridade, você se arrependerá menos e progridirá com maior amizade é indispensável para o bom funcionamento da memória e a integridade do próprio dor parece uma ofensa à nossa integridade de modo que quando os seus filhos pensarem em justiça e integridade, eles pensem em é a integridade da arte. Não há possibilidade de trapacear. Ou é bom ou é verdadeira integridade é fazer a coisa certa, sabendo que ninguém vai saber se você fez isso ou grandeza de um homem não está na quantidade de riqueza que ele adquire, mas em sua integridade e habilidade de afetar positivamente as pessoas ao integridade sem o saber é fraca e inútil, enquanto que o saber sem a integridade é perigoso e para mantermos a nossa integridade, poupamos a nossa saúde, a nossa capacidade de gozar a vida, as nossas emoções, guardamo-nos para alguma coisa sem sequer sabermos o que essa coisa é. E este hábito de reprimirmos constantemente as nossas pulsões naturais é que faz de nós seres tão refinados. Porque é que não nos embriagamos? Porque a vergonha e os transtornos das dores de cabeça fazem nascer um desprazer mais importante que o prazer da embriaguez. Porque é que não nos apaixonamos todos os meses de novo? Porque, por altura de cada separação, uma parte dos nossos corações fica desfeita. Assim, esforçamo-nos mais por evitar o sofrimento do que na busca do com curiosidade. Fale com honestidade. Aja com integridade. O maior problema com a comunicação é que nós não ouvimos para entender. Ouvimos para responder. Quando ouvimos com curiosidade, não ouvimos com a intenção de responder, ouvimos o que está por trás das palavras. Conserve a sua dignidade; conserve a sua integridade. Ninguém pode menosprezá-lo, a não ser tem a qualidade da assertividade sabe dizer não àquilo que fere sua integridade e contraria seus valores, mas faz isso sem agredir nem desrespeitar o integridade é a base da confiança, a qual não é tanto um ingrediente da liderança quanto um produto dela. É a única qualidade que não pode ser adquirida, mas deve ser conquistada. É concebida por colaboradores e adeptos, e sem ela o líder não existeJamais abra mão de sua integridade pessoal e profissional. Perca qualquer coisa, mas jamais perca seu patrimônio ético...Para mim, a verdade, essa integridade de que falo, acha-se em todas as coisas. Portanto, a idéia de que necessitais progredir em direção à realidade é uma idéia falsa. Não se pode progredir na direção de uma coisa que sempre está presente. Não se trata de avançar para o exterior ou de voltar-se para o interior, mas sim de se libertar dessa consciência que se percebe a si mesma como separada. 28 episodes Dua Abdi Negara dan Penyuluh Antikorupsi yang ingin berbagi cerita Santuy tentang integritas. Mereka juga ditemani oleh para bintang tamu dengan berbagai topik menarik. Sssttt Tak hanya itu, sesekali ada episode Dongeng Integritas lhoo... Semuanya untuk IndonesiaKontak pnsceritaintegritas Dua Abdi Negara dan Penyuluh Antikorupsi yang ingin berbagi cerita Santuy tentang integritas. Mereka juga ditemani oleh para bintang tamu dengan berbagai topik menarik. Sssttt Tak hanya itu, sesekali ada episode Dongeng Integritas lhoo... Semuanya untuk IndonesiaKontak pnsceritaintegritas APR 10, 2022 Pentas Ramadhan ber-Integritas Bersama Master Badrul Pentas Ramadhan ber-Integritas Bersama Master Badrul Pada bulan Ramadhan 1443H, Pentas! kembali menginisiasi kampanye integritas yang dibingkai dalam cerita dari perspektif dan pengalaman pribadi penyuluh antikorupsi terpilih. Berkolaborasi dengan forum PAK Dana Rakca, forum PAK Prokes serta Jatim PAK, PR Integritas akan menemani akhir pekan Anda. ✅ Jadwal Master Badrul 10 April 2022, WIB Master Alam H. H. 16 April 2022, WIB Master M. Indra F. 23 April 2022, WIB Master Dede 30 April 2022, WIB ⭐ Ikuti update kegiatan PR Integritas melalui WAG pada tautan atau instagram pnsceritaintegritas- Send in a voice message FEB 24, 2021 Cerita di Pentas 02 Bagian Kedua Peran Orangtua dalam Menanamkan Integritas dari Rumah bersama Jamila Lestyowati Cerita di Pentas 02 Bagian Kedua Peran Orangtua dalam Menanamkan Integritas dari Rumah bersama Jamila Lestyowati Keluarga itu menjadi tempat yang penting karena lingkungan yang pertama kali dijumpai adalah keluarga. Sehingga menjadikan keluarga menjadi tempat yang utama untuk menanamkan nilai integritas-Master Jamila Lestyowati-Halo Teman Cerita,Pada episode kedua Cerita di Pentas! kali ini, Master Jamila bersama Kak Toni dan Kak Iiz bercerita tentang insight yang beliau dapatkan saat mengajar materi integritas di kelas. Hal tersebut membuat Master Jamila sadar pentingnya pendidikan integritas ditanamkan dari dalam rumah dan kemudian menceritakan bagaimana beliau menanamkan hal tersebut sebagai orang tua kepada Lisa menyadari bahwa orang tua menjadi sosok yang akan diteladani oleh anak anak. Mereka akan menyampaikan pesan yang bisa terus diingat oleh anak saat mereka berinteraksi dengan lingkungan di luar dengarkan lanjutan cerita Master Jamila dan anaknya tentang cerita integritas di rumah mereka!Kami juga mengajak Teman Cerita semua untuk membagikan ceritanya seperti Master Jamila. Yuk, sama sama kita bangun kesadaran mengenai bahaya dan dampak tindak korupsi dengan cara mengisi tautan berikut tau kami kalau kamu juga peduli, supaya kita bisa berkolaborAksi melawan korupsi di sekitar Send in a voice message FEB 17, 2021 Cerita di Pentas 02 Bagian Pertama Peran Orangtua dalam Menanamkan Integritas dari Rumah bersama Jamila Lestyowati Cerita di Pentas 02 Bagian Pertama Peran Orangtua dalam Menanamkan Integritas dari Rumah bersama Jamila Lestyowati Keluarga itu menjadi tempat yang penting karena lingkungan yang pertama kali dijumpai adalah keluarga. Sehingga menjadikan keluarga menjadi tempat yang utama untuk menanamkan nilai integritas-Master Jamila Lestyowati-Halo Teman Cerita,Pada episode kedua Cerita di Pentas! kali ini, Master Jamila bersama Kak Toni dan Kak Iiz bercerita tentang insight yang beliau dapatkan saat mengajar materi integritas di kelas. Hal tersebut membuat Master Jamila sadar pentingnya pendidikan integritas ditanamkan dari dalam rumah dan kemudian menceritakan bagaimana beliau menanamkan hal tersebut sebagai orang tua kepada Lisa menyadari bahwa orang tua menjadi sosok yang akan diteladani oleh anak anak. Mereka akan menyampaikan pesan yang bisa terus diingat oleh anak saat mereka berinteraksi dengan lingkungan di luar rumah. Yuk dengarkan cerita Master Jamila dan anaknya tentang cerita integritas di rumah mereka!Kami juga mengajak Teman Cerita semua untuk membagikan ceritanya seperti Master Jamila. Yuk, sama sama kita bangun kesadaran mengenai bahaya dan dampak tindak korupsi dengan cara mengisi tautan berikut tau kami kalau kamu juga peduli, supaya kita bisa berkolaborAksi melawan korupsi di sekitar Send in a voice message FEB 13, 2021 Pentas! Episode 12 I Koruptif Jangan, Korupsi Dilawan! Pentas! Episode 12 I Koruptif Jangan, Korupsi Dilawan! Pentas PNS Cerita Integritas sudah mengajak teman cerita untuk ngobrol soal nilai integritas hingga sadar dampak korupsi. Nah, setelah kita menyadari dampak besar korupsi yang tenryata kita juga korban, maka Pentas mengajak teman cerita untuk berpikir kritis soal antikorupsi. Yuk simak episode 12 ini Kak Toni dan kak Iiz juga menawarkan beberapa program kolaboraksi bersama kamu, iya kamu, pegiat antikorupsi agar kita bisa merayakan Hakordia setiap hari. Yuk dengerin sama sama, kemudian silakan kunjungi tautan untuk berbagi cerita kamu bersama kami. Ditunggu yaaaaaa!- Send in a voice message FEB 10, 2021 Cerita di Pentas 01 Bagian Kedua Gratifikasi dan Suap dalam Pelayanan Publik bersama Lisa Nazifah Cerita di Pentas 01 Bagian Kedua Gratifikasi dan Suap dalam Pelayanan Publik bersama Lisa Nazifah Halo Teman Cerita,⁣⁣Melanjutkan cerita Master lisanazifah minggu lalu tentang pengalamannya mendapatkan tawaran gratifikasi dan suap saat menjabat sebagai pejabat yang berwenang mengeluarkan perizinan? Nah, minggu ini kita lanjutin lagi yuk ceritanya.⁣Buat teman cerita yang belum sempat mendengarkan Cerita Pentas Episode I bagian pertama, boleh langsung melipir ke sambil nungguin keseruan lanjutan cerita cerita yang ingin bercerita seperti Master Lisa, silakan ya isi di Send in a voice message FEB 2, 2021 Cerita di Pentas 01 Bagian Pertama Gratifikasi dan Suap dalam Pelayanan Publik bersama Lisa Nazifah Cerita di Pentas 01 Bagian Pertama Gratifikasi dan Suap dalam Pelayanan Publik bersama Lisa Nazifah "Tidak ada pemberian yang tidak ada tujuannya, apalagi kepada penyelenggara negara"Begitu kata Master Lisa Nazifah dalam ceritanya bersama Kak Toni dan Kak Iiz di episode perdana Cerita di Pentas!Kali ini Master Lisa yang dulunya pernah mendapatkan amanah sebagai penyelenggara layanan publik bidang perizinan menceritakan pengalamannya berhadapan langsung dengan tindak korupsi gratifikasi dan suap dalam berbagai bentuk. Master Lisa menyoroti budaya "memberi" yang kental di masyarakat Indonesia namun dirasa tidak pada tempatnya apabila hal tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan negara. Menurut Master Lisa, pelayanan publik memang sudah menjadi tugas dari Aparatur Sipil Negara. Yuk dengarkan cerita Master Lisa tentang pengalamannya bersinggungan dengan praktik korupsi!Kami juga mengajak Teman Cerita semua untuk membagikan ceritanya seperti Master Lisa ini. Yuk sama sama kita bangun kesadaran mengenai bahaya dan dampak tindak korupsi dengan cara mengisi tautan berikut tau kami kalau kamu juga peduli, supaya kita bisa berkolaborAksi melawan korupsi di sekitar Send in a voice message Top Podcasts In Education Apa Itu Integritas? – Apakah Grameds mengetahui apa itu integritas? Kata integritas mungkin sering Grameds dengar sebagai tindakan, perilaku, atau sikap yang perlu dimiliki seseorang dalam dunia kerja atau prinsip kehidupan. Sederhananya, integritas adalah kejujuran yang menjadi prinsip dan selalu dipegang teguh. Pada dasarnya integritas memang perlu dimiliki oleh setiap orang sebagai bentuk tanggung jawab, baik untuk tugas, pekerjaan, atau aktivitas sehari-harinya. Untuk memahami dengan baik apa itu integritas, Grameds bisa simak artikel ini yang membahas tentang pengertian, ciri-ciri, contoh, dan cara menerapkan integritas, baik dalam dunia kerja maupun dalam prinsip kehidupan seseorang Apa Itu Integritas?Ciri- Ciri Orang BerintegritasContoh Bentuk Integritas1. Selalu Datang Tepat Waktu2. Mengklarifikasi Komitmen Yang Tidak Dapat Kita Buat3. Memperjelas Tindakan Dan Catatan Yang Ditulis Di Akhir Setiap Pertemuan4. Selalu Memenuhi Tanggung Jawab Yang Diberikan5. Jangan Biarkan Stres Mengendalikan IntegritasCara Membentuk Integritas1. Beri Penjelasan Secara Rinci Arti Apa Itu Integritas Di Tempat Kerja2. Ciptakan Lingkungan Kerja Yang Terbuka Dan Transparan3. Penting Untuk Memberi Contoh4. Terapkan Penilaian Integritas Diri Secara Teratur5. Konsisten Dengan Karyawan Tentang Integritas Di Tempat KerjaManfaat Integritas Integritas adalah salah satu bentuk kualitas terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Integritas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan perilaku, nilai, metode, sarana, prinsip, harapan, dan keterpaduan berbagai hasil. Orang yang memiliki integritas berarti memiliki kepribadian yang jujur ​​dan kuat. Integritas sendiri berasal dari bahasa latin “integrate” yang artinya seperti berikut ini Sikap tegas untuk tidak ingin korupsi, berpegang teguh pada prinsip, dan menjadi dasar untuk berhubungan dengan diri sendiri sebagai nilai moral Kualitas, sifat, atau kondisi yang menunjukkan satu kesatuan yang utuh memiliki potensi dan kemampuan untuk memancarkan otoritas, kewibawaan, dan kejujuran Kejujuran dalam hal ini bukan hanya omongan, pemanis retorika, tapi juga tindakan. Jika dimulai dengan kejujuran, kredibilitas, dan banyak akhlak mulia lainnya, maka karakter inilah yang sangat dibutuhkan pemimpin saat ini dan selamanya. Karakter agung ini tentu akan bermuara pada manusia pilihan Al Mustafa Muhammad SAW sebagai penyempurna karakter manusia. Salah satu bentuk integrasi pribadi akan terlihat percaya diri dan elegan serta tidak mudah terpengaruh oleh sesuatu hanya untuk melewati kegembiraan atau kesenangan sesaat. Seseorang yang tulus lebih berhasil ketika mereka menjadi pemimpin, baik formal maupun informal. Dr. Kenneth Boa, presiden dari Pelayanan Refleksi di Atlanta, menggambarkan integritas sebagai kebalikan dari kemunafikan. Dia mengatakan orang munafik tidak memenuhi syarat untuk memimpin orang lain dibandingkan kepribadiannya yang lebih tinggi. Kejujuran diperlukan untuk semua orang, bukan hanya pemimpin, tetapi mereka yang dibimbing. Orang menginginkan jaminan bahwa pemimpinnya dapat dipercaya untuk menjadi pengikutnya. Grameds pasti yakin bahwa pemimpin harus memperhatikan kepentingan setiap anggota tim dengan serius dan pemimpin harus percaya bahwa anggota timnya menjalankan tanggung jawab mereka dengan serius. Manajer dan pemimpin sama-sama ingin tahu bahwa mereka menepati janji dan tidak pernah kehilangan komitmen tersebut. Orang yang hidup dengan itikad baik bersedia atau tidak mampu merusak kepercayaan orang yang mempercayainya. Ini adalah tanda integritas dengan bentuk bertanggung jawab bahkan ketika orang tersebut merasa tidak enak untuk mengatakannya. Integritas lebih berkaitan dengan “hati”, kemampuan untuk melatih hati nurani, termasuk kejujuran, ketulusan, dan dedikasi. Integritas dibangun di atas tiga elemen kunci, yakni nilai kepemimpinan, koherensi, dan komitmen. Nilai-nilai ini adalah pedoman yang dibutuhkan manajer di lapangan. Integritas ini menjadi lebih kuat ketika seorang pemimpin konsisten antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan menjalankan ucapannya dan berkomitmen untuk itu. Tanpa integritas, kita akan kehilangan kepercayaan karena orang lain menjauhi kita untuk menghindari kekecewaan. integritas adalah praktik bersikap jujur ​​dan menunjukkan kepatuhan yang konsisten dan tanpa kompromi terhadap prinsip, nilai moral, dan etika yang kuat. Integritas tidak berubah dan tidak tergoyahkan dalam mendukung nilai-nilai luhur dan keyakinan seseorang. Definisi lain dari apa itu integritas adalah konsep yang berkaitan dengan koherensi antara perilaku dan nilai dan prinsip. Dalam etika, integritas diartikan sebagai kejujuran dan ketepatan atau ketepatan tindakan seseorang. Lawan dari integritas adalah kemunafikan hypocrisy atau kemunafikan. Ketika tindakan orang sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang mereka ajarkan, mereka disebut memiliki integritas. Sederhananya, kualitas orang yang tulus hanya ditunjukkan oleh kata-kata dan tindakan, bukan oleh mereka yang tidak bisa menjaga kata-kata. Orang yang tulus bukanlah orang yang memiliki banyak wajah dan rupa yang disesuaikan dengan motivasi dan minat pribadinya. Integritas adalah pribadi yang penting bagi para pemimpin. Manajer yang tulus memenangkan kepercayaan dari karyawan. Manajer yang tulus dipercaya karena apa yang mereka katakan adalah apa yang mereka lakukan. Untuk memahami apa itu integritas lebih luas, Grameds juga bisa memperhatikan pengertian integritas menurut para ahli berikut ini Menurut Henry Cloud, integritas adalah seseorang yang terintegrasi penuh dalam setiap bagian dari dirinya, bekerja dengan baik, dan tidak dapat dipisahkan dari menjalankan fungsi sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya. integritas terkait erat dengan keutuhan dan efektivitas seseorang sebagai pribadi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah integritas adalah kesatuan utuh kualitas, sifat, dan kondisi dengan potensi dan kemampuan untuk memancarkan wibawa dan integritas. Menurut Ippho Santosa, integritas sering diartikan sebagai kombinasi pikiran, perkataan, dan tindakan yang menciptakan reputasi dan kepercayaan. Jika mengacu pada asal kata, kata kesempurnaan berarti berbicara secara utuh dan lengkap. Menurut Andreas Harefa, integritas adalah tiga kunci yang dapat diamati. Ini tentang menunjukkan kejujuran, memenuhi kewajiban, dan melakukan sesuatu secara konsisten. Stephen R. Covey membedakan antara integritas dan kejujuran. “honesty is telling the truth, in other words, conforming our words reality-integrity is conforming to our words, in other words, keeping promises and fulfilling expectations.” Kejujuran berarti mengatakan yang sebenarnya, dan kata- kata kita sesuai dengan kenyataan. Kejujuran membuktikan bahwa apa yang dia lakukan adalah apa yang dia katakan. Orang yang memiliki integritas dan jujur ​​adalah orang yang mandiri. Mereka menunjukkan kredibilitas mereka sebagai orang yang bertanggung jawab dan setia. Menurut Menurut Jacobs 2004, integritas menekankan kekekalan moral, kejujuran pribadi, atau kejujuran. Menurut Butler dan Cantrell 1984, Hosmer, 1995, integritas didefinisikan sebagai reputasi yang kredibel dan jujur ​​dari mereka yang menjelaskan istilah “kepercayaan” dalam konteks organisasi. Ciri- Ciri Orang Berintegritas Orang yang tidak memiliki kedok tertentu atau tujuan lain selain apa yang diperlihatkan Orang yang berperilaku sesuai dengan apa yang diucapkannya Orang yang sama sifat dan perilakunya di depan maupun dibelakang Memiliki kekonsistenan antara apa yang diimani dan kelakuannya Orang yang konsisten antara nilai hidup yang dianut dan hidup yang dijalankannya Sebenarnya istilah integritas jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, karena tidak semua orang mengetahui dan memahami arti dari apa itu integritas secara lebih detail. Kata integritas digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena mengacu pada sikap dan sifat seseorang. Seseorang dikatakan berintegritas ​​jika memiliki kepribadian dan karakter sebagai berikut Bisa dipercaya dan jujur Memiliki komitmen Bertanggungjawab Menepati ucapannya Setia Menghargai waktu Memiliki prinsip setia pada nilai- nilai hidup Contoh Bentuk Integritas Hampir setiap pemimpin di dunia setuju bahwa karyawan yang berintegritas ​​adalah karyawan yang ideal untuk organisasi atau perusahaan mana pun. Kejujuran diri seseorang tercermin dari integritas pekerjaan yang dilakukannya. Pentingnya integritas kerja adalah nilai, komitmen, dan keuletan yang dibawa seseorang dalam setiap pekerjaan. Ada lima kebiasaan atau contoh bentuk integritas yang harus dimiliki setiap orang, terutama bagi mereka yang mencari integritas tinggi dalam hidupnya. Kelima kebiasaan tersebut merupakan contoh dari sikap integritas. Orang memiliki integritas yang kuat ketika mempraktikkan lima kebiasaan seperti berikut ini 1. Selalu Datang Tepat Waktu Pertama dan terpenting, selalu membiasakan diri datang tepat waktu. Sikap ini berkaitan dengan komitmen dan waktu kita yang tinggi, karena datang tepat waktu berarti menghargai waktu yang kita miliki dan waktu yang dimiliki orang lain. Sikap ini akan semakin meyakinkan orang-orang di sekitar kita bahwa kita adalah pribadi yang kredibel karena kita hidup dengan itikad baik. Sebaliknya, ketika kita sering datang terlambat, orang lain tidak terlalu menghormati kita. Hanya tidak menghargai waktu mereka mengapa mereka tidak bisa. Apakah kita masih layak dihormati orang lain? Rasa hormat kita tidak hanya berkurang, tetapi kepercayaan internal kita juga hilang. Oleh karena itu, mulai sekarang, latihlah dan terapkan kebiasaan ini setiap saat. 2. Mengklarifikasi Komitmen Yang Tidak Dapat Kita Buat Integritas mencakup komitmen dan keabadian yang kita miliki untuk sesuatu. Itu sebabnya segala sesuatu yang tidak dapat dilakukan sejak awal, yang dapat tidak sesuai dengan nilai dan prinsip hidup perlu dihindari. Ketika Grameds mulai dengan mengatakan ini, orang-orang di sekitar kita menjadi semakin yakin bahwa kita mulia. Mengapa? Ini karena seseorang berpegang pada nilai-nilai yang dimiliki saat ini dalam segala kondisi, kapan pun, di mana pun. 3. Memperjelas Tindakan Dan Catatan Yang Ditulis Di Akhir Setiap Pertemuan Penting untuk mengklarifikasi. Tujuannya adalah agar apa yang kita pahami dan catat konsisten dengan apa yang dipikirkan orang lain dalam rapat. Salah satu alasan utama banyak hal yang sering diabaikan dalam rapat adalah karena tidak ada yang siap untuk mengatur semuanya, baik itu poin penting atau kesepakatan akhir rapat. Misalnya, penerima tidak tahu persis apa yang diinginkan pihak lain dalam rapat. Tentu saja, ini membahayakan posisinya. Karena jika dia tidak dapat mencapai apa yang dia inginkan, dia kehilangan kepercayaan dari pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. Membangun integritas dapat dicapai dengan praktik yang baik dalam mengklarifikasi masalah dan tindakan yang dibahas dan mengkomunikasikannya dengan jelas di akhir pertemuan. 4. Selalu Memenuhi Tanggung Jawab Yang Diberikan Orang yang sangat berintegritas ​​selalu berusaha memenuhi tanggung jawab mereka. Selain itu, mereka berusaha keras untuk mencapai hasil terbaik tanpa meminta pertanggungjawaban orang lain. Jadi, jika Grameds benar-benar menginginkan integritas yang tinggi, mulailah dengan menggunakan kebiasaan baik untuk memenuhi semua tanggung jawab yang ada. Nama tanggung jawab harus ditulis dengan hati-hati, apakah tanggung jawab itu kecil atau besar. BACA JUGA Bagaimana Cara Menghargai Pekerjaan Orang Lain 5. Jangan Biarkan Stres Mengendalikan Integritas Stres dan tekanan seringkali membuat orang merasa canggung dan mengambil jalan pintas dengan merusak integritas mereka. Misalnya, mantan karyawan perusahaan XYZ adalah orang yang sangat tulus. Namun karena situasi yang membuat pekerjaannya sulit dan hampir putus asa, ia melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Jika dia melakukan pelanggaran yang merusak bisnis, dia secara tidak langsung menghancurkan integritasnya. Jadi streslah yang memicu kita untuk mengambil napas dalam-dalam dan melakukan yang terbaik. Jangan biarkan stres menghancurkan integritas diri yang kita miliki sebelumnya. Cara Membentuk Integritas Paling mudah Grameds bisa menerapkan dan membentuk integritas di dunia pekerjaan, seperti berikut ini 1. Beri Penjelasan Secara Rinci Arti Apa Itu Integritas Di Tempat Kerja Saran untuk karir Grameds yang merupakan eksekutif, pemimpin atau pemilik bisnis yang sangat menginginkan karyawannya jujur, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menjelaskan arti sebenarnya apa itu integritas dalam perusahaan. Dengan jawaban pengertian integritas yang jelas dan terperinci, anggota tim atau karyawan akan memahami apa yang diharapkan perusahaan dari mereka. Terutama dalam hal kejujuran dan transparansi. Dalam hal ini, perlu untuk menetapkan seperangkat standar etika bagi karyawan dan menerapkan etika kerja mereka secara bersama-sama. 2. Ciptakan Lingkungan Kerja Yang Terbuka Dan Transparan Dengan menciptakan lingkungan kerja yang terbuka dan transparan, karyawan lebih nyaman karena dapat leluasa berdiskusi berbagai topik tanpa takut melanggar hukum. Melalui diskusi yang transparan tentang topik, karyawan merasa bahwa kehadiran mereka di perusahaan dihargai dan diakui. Hal ini membuat semakin sulit untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaan dan menjaga integritas. 3. Penting Untuk Memberi Contoh Sayangnya, masih banyak manajer yang hanya mengembangkan etos kerja yang harus dipatuhi karyawan, tetapi mereka sendiri tidak bertindak sesuai etos kerja yang berlaku. Dalam hal ini, pemimpin harus mampu memberi contoh dan memenuhi harapan perusahaan. Dengan kata lain, bukan hanya karyawan yang perlu menjaga integritas. Tetapi manajer harus melakukan hal yang sama. Grameds perlu memperhatikan apa yang atasan katakan dan menerapkannya. 4. Terapkan Penilaian Integritas Diri Secara Teratur Metode keempat ini menuntut karyawan untuk memberikan umpan balik kepada diri mereka sendiri. Misalnya, bagaimana Grameds menilai kinerja yang dicapai dalam beberapa minggu atau bulan terakhir? Dorong karyawan untuk merefleksikan dan mengevaluasi kinerja mereka sehingga mereka dapat melihat apa yang kurang dalam kinerja yang belum maksimal. Dengan cara ini, karyawan menjadi jujur ​​dengan diri mereka sendiri dan memiliki integritas. 5. Konsisten Dengan Karyawan Tentang Integritas Di Tempat Kerja Dalam hal ini, Grameds harus secara konsisten berpegang pada etos kerja yang diharapkan dan menunjukkan rasa apresiasi atau rasa terima kasih kepada karyawan yang bertindak sesuai dengan itu. Namun, jika seorang karyawan melanggar, kita juga harus mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki pelanggaran tersebut. Misalnya teguran dan sanksi. Manfaat Integritas Manfaat Integritas Secara Fisik dapat menjadikan seseorang sehat dan bugar. Dalam keadaan ini, seseorang dapat memulai aktivitas dan pekerjaan sehari-hari dengan baik Manfaat Integritas Secara Intelektual dapat mengoptimalkan kinerja otak agar lebih berfikir strategis dalam mengambil keputusan atas banyak pertimbangan Manfaat Integritas Secara Emosional dapat mengisi seseorang dengan rasa solidaritas yang tinggi dalam motivasi, empati, dan interaksi kerja Manfaat Integritas Secara Mental membuat seseorang menjadi lebih cerdas dalam memaknai sesuatu, termasuk pengalaman hidup, sebagai keberhasilan dan kegagalan yang pernah dialami Manfaat Integritas Secara Sosial adalah kemampuan untuk mengembangkan hubungan antara individu dan masyarakat. Berkolaborasi dengan seseorang untuk melakukan tugas atau kegiatan yang membutuhkan kohesi dan kolaborasi Nah, itulah penjelasan tentang apa itu integritas. Apakah Grameds sudah merasa memiliki integritas, baik dalam dunia pekerjaan atau aktivitas sehari- hari? Integritas adalah sesuatu hal yang bisa dibentuk dan dipelajari, jadi kita bisa berupaya untuk membentuk integritas itu demi kebaikan kehidupan maupun tanggung jawab pada tugas dan pekerjaan kita. Grameds bisa kunjungi koleksi buku Gramedia tentang integritas di seperti rekomendasi buku berikut ini Selamat belajar. SahabatTanpabatas. BACA JUGA 16 Tips Agar Lebih Dihormati Oleh Orang Lain 12 Tips Belajar Daring Agar Tetap Efektif 8 Tips Menabung Untuk Pelajar Paling Ampuh Tips Menjalin Komunikasi Efektif dan Referensi Bukunya 4 Alasan Milenial Layak Jadi Pemimpin yang Hebat Integritas di Tengah Kabut Idealisme Integritas Membangun di Atas Puing Integritas ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien

cerita motivasi tentang integritas